Arema Tengah Melakukan Investasi ke Pemain Mudanya

aji santoso

Pada akhir pekan lalu, Arema FC berhadapan dengan Peseru Serui di tahan imbang oleh tamunya dikandang sendiri, Stadion Gajayana, Malang. Dengan hasil imbang tersebut membuat Aremania merasakan kekecewaan terhadap tim kesayangannya.

Para suporter Aremania setelah pertandingan selesai, mereka benyanyi untuk pelatih Aji Santoso memintanya untuk mengundurkan diri dari jabatannya. sang pelatih pun menanggapinya sebagai hal yang wajar. Aji akan melakukan pembicaraan dengan pihak manajemen.

Namun, pertaruhan terakhir yang akan dihadapai oleh pelatih Arema adalah ketika berhadapan dengan Bali United di pekan nanti. Jika tim asuhan Aji Santoso tidak dapat meraih menang, maka sang pelatih harus hengkang dari jabatanya di klub.

Adanya reaksi dari puporter klub dan juga tanggapan dari pelatih, pihak yang berkepentingan di Arema pun angkat bicara. Dimana pihak klub meminta kepada Aremania untuk bisa lebih bersabar lagi. Sekaligus memberikan waktu kepada pelatih tersebut.

aji santoso arema fc
aji santoso sedang melatih timnya

Pembina dan Manajemen Arema Beri Kesempatan Kepada Aji Santoso

Pelatih Arema FC, Aji Santoso saat ini sedang merasa kesuilitan, dimana tim besutannya menghasilkan laga imbang saat melawan Perseru Serui dikandang sendiri. Sehingga sang pelatih harus memutar otak di pertandingan selanjutnya untuk dapat meraih kemenangan kontra Bali United.

Jika tim asuhan Aji mampu memenangkan pertandingan di pekan nanti, maka dia akan terus menjabat sebagai pelatih. Namun, jika dirinya gagal dirinya harus menerima konsekuensi dari suporter Aremania. Ini adalah sebuah perjudian dari pelatih berusia 47 tahun di musim ini.

“Kami masih merasa yakin dengan sepenuhnya kepada Aji Santoso. Diharapkan bagi suporter untuk bisa bersabar dan memberikan waktu kepada pelatih dalam pembuktiannya bersama tim,” ucap dari salah satu pembina di Arema yang bernama Lalu Mara Satriawangsa, mewakili pihak klub.

Yang mana saat ini skuat Arema mayoritas para pemain muda, adanya hal itu pelatih hanya membutuhkan waktu. Dikarenakan, tim yang berjuluk Singo Edan itu tengah melakukan investasi untuk memberikan kesempatan bermain kepada pemain muda mereka.

“Klub ini memiliki pemain muda yang berpotensi. Akan tetapi, hanya saja mereka harus menyesuaikan setelah dari sistem turnamen ke kompetisi. Yang pada intinya, kami masih mempercayai Aji Santoso. Pelatih sendiri pun baru saja memberikan sebuah gelar Piala Presiden,” tambahnya ketika menonton pertandingan.

Meski bermain dengan hasil imbang kontra Perseru, Lalu Mara melihat di babak kedua peforma Arema begitu gemilang. Dimana pada pekan kemarim, Singo Edan seharusnya meraih kemenangan, jika gol dari lawan yang dicetaj Arthur Cunha dimenit 53 tidak dianggap sah.

Aji-Santoso
aji santoso sedang mengatur skuatnya

Aji Santoso Selamat Dari Pemecatan

Aji Santoso sukses memberikan kemenangan bagi tim asuhannya Arema FC, saat berhadapan dengan Bali United dengan skor akhir 2-0 di pertandingan pekan ke 11 Liga 1 di Stadion Gajayana. Hasil kemenangan ini membuat dia terhindar dari pemecatan sebagai pelatih Arema.

Yang mana gol yang dicetak oleh Tim Singo Edan, berkat dua gol dari penyerang andalan tim, Cristian Gonzales. Gol pertama terjadi di menit ke 39 melalui tendangan penalti. Sedangkan gol kedua pada menit ke 51, yang berhasil memanfaatkan umpan cantik dari Adam Alis.

Maka dari itu, karir Aji Santoso sebagai pelatih di Arema FC sampai saat ini masih diteruskan. Pada sebelumnya sang pelatih mengatakan akan hengkang dari kepelatiha, jika tim asuhannya gagal memenangkan laga melawan Bali United di kandang.

Pelatih itu sendiri mengatakan bahwa dirinya mendapatkan tugas dari pihak klub untuk membentuk dan membangun pemain muda di tim. Dengan begitu, sang pelatih hanya butuh waktu untuk bisa menunjukkan ke suporter Aremania.

Investasi Sepak Bola Indonesia di Timnas U-19

timnas indonesia u-19

Meski senior timnas Indonesia yang tidak pernah meraih prestasi bagi sepakbola di negaranya. Namun, pemain muda timnas Indonesia U-19 ini menampilkan permainan dengan gelimang dan semangat juang tanpa batas. Yang membuat mimpi dan harapan bangsa tertuju ke para pemain timnas U-19.

Di beberapa bulan yang lalu, banyak kalangan tidak mengetahui siapa Evan Dimas, Maldini Pali, Ilham Udin Armiyn, dan para pemain yang mengisi skuat timnas U-19 itu. Memang benar, karena nama-nama tersebut tidak begitu eksis di dalam kompetisi lokal yang bisa dikatakan sebagai profesional. Ini merupakan investasi terbesar yang bagus bagi sepakbola Indonesia.

Dimana para pemain tersebut mendapatkan sorotan dari berbagai media. Dan mungkin sebagian orang berpikir darimana para pemain itu berasal. Yang mana para remaja itu merupakan anak-anak dari SSB. Termasuk dari pemain amatir yang berasal dari berbagai daerah. Serta yang jauh dari sebuah gambaran jika pemain sepakbola adalah karir yang bagus untuk ekonomi.

timnas u-19 indonesia
timnas indonesia u-19 sukses meraih gelar juara aff

Evan Dimas Dari Keluar Yang Sederhana

Diberikan kepercayaan oleh pelatih timnas U-19 untuk menjabat sebagai kapten, Evan Dimas yang ayahnya bekerja sebagai security di sebuah pusat perbelanjaan. Dan juga Muhammad Factor Rohman yang bapaknya memiliki kegiatan sehari-hari berjualan pakaian.

Atau juga dengan Maldini Pali yang orang tuanya hanya seorang PNS. Termausk kiper Ravi Murdianto yang bekerja sebagai supir mobil box. Memang latar belakang keluarga dari para pemain ini tentunya menjadi sebuah cerita yang menarik untuk kita ketahui. Meski bukan hal tersebut yang ingin di cari oleh masyaraka pencinta sepakbola di tanah air.

Sampai dengan saat ini, para pemain muda berbaka itu telah menunjukkan sesuatu yang dapat menjanjikan. Entah darimana mereka tiba-tiba membuat gebrakan sepabola di tanah air yang memiliki prestasi luar biasa, ketimbang seniornya selama ini.

Meski mereka bermain untuk timnas U-19 tentunya bukanlah level yang selalu berprestasi, bahkan dengan U-21 sekalipun. Namun, diusia mereka saat ini merupakan hal yang sangat penting untuk dapat dibina kembali dan memberikan peningkatan pada kemampuan masing-masing para pemainnya.

Dimana timnas U-19 yang mendapatkan julukan Garuda Muda itu mampu meraih gelar juara Piala AFF U-19 yang membukakan mata masyarkat di Indonesia bahwa harapan akan selalu ada. Bahkan hal itu menjadikan mental mereka lebih baik untuk memperdalam bakat yang dimiliki masing-masing pemain.

timo scheunemann
timo scheunemann yang berada di sebuah acara sepakbola

Pernyataan Yang Pernah Dilontarkan Timo Scheunemann

Pelatih Timo Scheunemann yang pernah mengatakan bahawa di Indonesia memiliki banyak bibit-bit pemain sepak bola yang sangat bagus. Yang mana hanya memiliki masalah, ketika para pemain itu akan melangkah ke dalam level tertinggi. Yang mana mereka harus dibina kembali, lalu dilanjutkan dengan kultur, iklim dan rancangan yang dikelola mereka-mereka yang mempunyai otoritas dalam membentuk tim sepakbola di negeri ini.

Yang akan menjadi pertaruhan untuk masa depan sepakbola Indonesia. Memang timnas U-19 ini harus diakui karena mereka benar-benar menjanjikan. Berbagai pengamat ataupun masyarakat awam menyepakati jika tim ini dapat bermain di level tertinggi dunia, baik secara fisik dan juga taktik.

Indra Sjafri yang menjabat sebagai pelatih timnas U-19 itu, memang senang langsung mendatangani daerah-daerah untuk mencari pemian-pemain muda yang berbakat. Hal yang membuat luar biasa adalah ketika terbentuknya tim ini, mereka berhasik menjuarai Piala AFF.

Dimana masyarakat kita sendiri sangat berharap untuk meraih gelar tersebut. Kemenangan dan juga gelar juara merupakan mimpi bagi bangsa kita sendiri dalam olahraga sepakbola. Ketika itu terakhir kalimeraihnya 22 tahun yang lalu. Benar-benar waktu yang begitu lama.